Postingan

Tips Meningkatkan Kompetensi Guru di Abad 21

Gambar
Tingkatkan Kompetensi Guru di Abad 21 Menjadi seorang guru berarti terus melakukan upaya agar dapat mencetak generasi yang semakin baik. Kini, guru dituntut untuk dapat menyesuaikan perkembangan digital dan teknologi, yang sering disebut sebagai guru abad 21. Supaya kamu tidak bingung dalam penyesuaiannya, kamu harus mengetahui kompetensi guru abad 21, agar dapat mengaplikasikan dengan tepat dalam pembelajaran di kelas. Guru melakukan pembelajaran daring melalui LMS  Sumber: SURYA/Tribunnews/Ahmad Zainul Hoq Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan dirimu menjadi guru abad 21. 1.        Dapat Berpikir Kritis ( Critical Thinking ) Pola berpikir yang kritis atau critical thinking adalah keahlian yang wajib dimiliki oleh seorang guru, bahkan profesi lain. Kompetensi ini dapat membuat guru meningkatkan skill kompetensi pedagogis. Setiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan permasalahan yang berbeda pula....

HOMETOWN CHA CHA CHA: DRAMA KOREA TERBAIK DIBALIK KONTROVERSI SALAH SATU PEMAINNYA

Drama korea terbaru Hometown Cha Cha Cha, baru saja selesai perilisan episode terakhir pada 17 Oktober 2021. Namun dibalik penayangan yang mendapat banyak atensi dari masyarakat, terseret sebuah kasus yang dibawa salah satu pemain utamanya, Kim Seon Ho. Meskipun mengakhiri penayangan dengan berita kontroversi, kisah dan kualitas yang digarap sangat patut diapresiasi.   Memperoleh rating yang tinggi, berikut alasan Hometown Cha Cha Cha menjadi drama yang harus kamu tonton, dramalovers ! Khas kehidupan masyarakat desa Berlatar di sebuah desa bernama Gongjin, menampilkan keindahan dan kehangatannya. Masyarakat Gongjin digambarkan tradisional, namun sangat ramah dan sikap kekeluargaan yang tinggi. Meskipun terletak jauh dari Seoul, Gongjin memiliki kehangatan yang tak dapat dilupakan. Realitas masyarakat yang akan membantu dalam setiap permasalahan yang terjadi di desa, dengan musyawarah dan guyub rukun bersama, tentu sudah sangat jarang terlihat di sekitar kita. Masyarakat G...

Mereka akan masih dan selalu

Kekasih itu merindukan rembulan Bertengger manis dalam bahagia lamat-lamat dunia gelap Memicing dalam surai dan semburat harap. Kekasih itu merindukan rembulan Yang bertengger mesra di pelupuk mata mereka Mengalir antara hidung mulut hingga tenggorokan Memecah sunyi menjadi riuh. Kekasih itu — mereka merindukan bulan Melambung antara jalan-jalan yang mereka lalui Dari ujung kota sampai ujung tak terkira Berkeliling memutari tarian melodi bersama. Mereka merindukan rembulan Yang tak pernah kembali pulang Menunggu di dahan pintu Hingga daun-daun harap mereka selesai dianyam Hingga rumput mengering dengan sendirinya Mereka masih saja — tetap masih menunggu rembulan datang.

Pendar Selesa di Langit Allah

 Pendar Selesa di Langit Allah Maura Chaulia Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.  (Al-Ankabut:45) Dersik mengalun menyambut kedatangan bulan penuh rahmat, Ramadhan. Anginnya mengalun kencang memukul tubuhku. Kerudung dan gamis yang kukenakan ikut berterbangan. Orang-orang berlalu lalang di sekelilingku, tapi tidak begitu ramai seperti biasanya. Pandemi membuat pembatasan sosial berlaku dimana-mana. Sudah lama rasanya tidak melihat suasana ini. Aku memarkirkan motor sambil menyusuri lorong pasar yang masih belum banyak berubah. Beberapa penjual sudah ramai memberikan diskon di muka toko. Tujuanku ke sini untuk menuju toko di ujung gang ini. Toko yang tak begitu besar, dengan dominan warna cokelat yang ternyata masih dipe...

COVID-19, Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Gambar
     COVID-19, Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya COVID-19 adalah penyakit baru yang berasal dari daerah Wuhan, China . Virus ini mulai merebak pada akhir Desember 2019. Infeksi virus corona atau COVID-19  disebabkan oleh  coronavirus . Coronavirus yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan.  COVID-19 diperkirakan menyebar melalui orang ke orang atau melalui tetesan pernapasan dari seseorang yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi seringkali mengalami gejala sakit. Beberapa orang tanpa gejala dapat menyebarkan virus ini. Gejala awal terinfeksi virus COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh sedang berea...

Rangkaian Surat - surat untuk Angkasa Raya

Surat Pertama Halaman baru yang coba kubuat di dalam cerita. Sebagai pengantar kegelisahan pada ikat yang sudah meregang. Pilihan yang coba kamu dan aku putuskan. Arah yang berbeda dari jalan yang biasa dilalui. Kadang aku berpikir, untuk tetap memaksa berjalan searah denganmu. Memaksakan untuk tetap memilih pada rasa dan percaya pada keinginan hati. Namun, perasaan mana yang menyakiti pemiliknya secara terus-menerus Angkasa? Kutuliskan ini, pada genap 30 hari kita benar-benar memutuskan untuk saling berjarak. Tapi setiap sudut-sudut di ruangku dipenuhi kenangan bersamamu. Pada hari dimana aku bercerita mengenai betapa beruntungnya aku dicintai kamu - serta segala yang kamu bilang seperti: "Aku gak akan tinggalin kamu, percaya ya?". atau kalimatmu, "Aku selalu ada buat kamu ya, jangan gitu." Angkasa, memaksakan hatiku untuk tetap pada arah yang sama denganmu - menyiksa sekali. Aku selalu mengatakan baik-baik saja, dan masalahnya masih membekas di hati. Tentang tertu...

Biarkan dirimu dengarkan diri sendiri, setidaknya untuk sejenak

Terdengar agak aneh, ketika seseorang tak temukan dirinya sendiri padahal kita bersama diri sendiri sejauh ini. Melangkah kesana-kemari. Gontai. Patah. Bahagia. Tapi sejauh melangkah tak pernah temukan dirimu sendiri. Percaya atau tidak, kau hanya sia-siakan nikmat Tuhan untuk dirimu sendiri. Kau hanya membuang-membuang kesempatan. Tertinggal ketika orang sedang berlarian kesana-kemari berkejaran meraih sukses masing-masing. Kau sukses membuat pikiran dan badanmu lelah hanya untuk mengikuti langkah orang lain yang terus-menerus beranjak menuju mimpi. Diam dan berjalan melewati berbagai arus. Kawan, tulisan ini mungkin tak sebanding dengan sajak lain penuh makna yang mampu mengubah pikirmu. Saranku, diam sejenak, ketika sepertiga malam, dalam doa yang tulus dan penuh keyakinan. Yakinkan dirimu, harus bagaimana melangkah. Temukan dalam setiap bait-bait doa yang kau lantunkan dalam rapal-rapal mulutmu. Jangan egois pada tubuhmu. Bila mimpimu itu menyulitkanmu, tak perlu risau. Tanya k...